Gudangberita.co.id, BATAM – Dunia pariwisata Kepulauan Riau diguncang isu tak sedap. Pihak Imigrasi Kepulauan Riau kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan pemerasan terhadap wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura dan Myanmar di Pelabuhan Internasional Batam Center yang sempat viral di media Singapura, Mothership.sg.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, menegaskan bahwa pihaknya tidak menoleransi praktik pungli dalam bentuk apa pun. Saat ini, tim Direktorat Kepatuhan Internal (Patnal) pusat telah turun tangan ke Batam untuk melakukan pemeriksaan komprehensif.
Kronologi Penelusuran Lewat CCTV dan Aplikasi Molina
Isu ini mencuat setelah akun media Mothership memberitakan keluhan turis berinisial AC dan Nay yang mengaku dimintai uang hingga S$250 (sekitar Rp2,9 juta) oleh oknum petugas.
Ujo menjelaskan bahwa pihaknya sempat terkendala identitas korban yang hanya berupa inisial. Namun, melalui penelusuran mandiri menggunakan aplikasi Molina (Modul Lalu Lintas Orang Asing) dan rekaman CCTV, petugas berhasil mengidentifikasi salah satu korban.
“Kami berhasil mengetahui penumpang bernama Nay, warga negara Myanmar, melalui rekaman CCTV. Memang benar ada keterlibatan masalah di konter pemeriksaan imigrasi pada 14 Maret lalu,” ungkap Ujo dalam Konfrensi Pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Minggu (29/3/2026).












