BatamBudaya

Bundaran Hang Nadim Kini Diberi Nama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V: Dirancang dengan Desain Tanjak dan Tepak Sirih

11
×

Bundaran Hang Nadim Kini Diberi Nama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V: Dirancang dengan Desain Tanjak dan Tepak Sirih

Share this article
Maket Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V di jalur Bandara Hang Nadim Batam.
Maket Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V di jalur Bandara Hang Nadim Batam.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Pintu gerbang utama Kota Batam dipastikan tampil beda dengan menonjolkan marwah dan identitas budaya tempatan. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, secara resmi memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan bundaran megah di ruas jalan menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Jumat (10/7/2026).

Menariknya, infrastruktur strategis yang semula direncanakan sebagai Bundaran Hang Nadim tersebut, kini resmi diberi nama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V. Perubahan nama ini diikuti dengan konsep arsitektur ikonik yang dirancang khusus menggunakan visualisasi Tanjak dan Tepak Sirih.

BACA JUGA:  Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Tapi Mengapa Banjir dan Krisis Sampah Masih Menghantui Warga?

Prosesi sakral ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, jajaran Anggota/Deputi BP Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, serta pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam.

Perubahan nama dari Bundaran Hang Nadim menjadi Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V ini lahir dari proses diskusi mendalam dan masukan berharga dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam.

BACA JUGA:  Bocor Lagi di Titik yang Sama, Proyek Perbaikan Pipa Simpang Plamo Batam Dipertanyakan

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai langkah penyematan nama ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan modernisasi kota dan pelestarian sejarah leluhur di bumi Kepulauan Riau.