BatamHukumZona Headline

Coreng Citra Pariwisata Kepri, Kakanwil Imigrasi Mengaku Malu Atas Ulah Oknum ‘Single Fighter’

53
×

Coreng Citra Pariwisata Kepri, Kakanwil Imigrasi Mengaku Malu Atas Ulah Oknum ‘Single Fighter’

Share this article
Deportasi. (Ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Isu dugaan pemerasan terhadap wisatawan mancanegara (wisman) di Pelabuhan Internasional Batam Center yang viral di media Singapura, Mothership.sg, diakui telah mencoreng wajah pariwisata Kepri di mata internasional.

Ujo secara terbuka menyatakan rasa malu dan penyesalannya atas tindakan oknum yang diduga bermain sendiri demi keuntungan pribadi.

BACA JUGA:  Geger! Sesosok Mayat Pria Membusuk Tergantung di Hutan Pinggir Jalan Yos Sudarso Batam

“Saya kecewa, malu. Kalau dari dugaan, ia single fighter (bermain sendiri). Ketika saya konfirmasi ke supervisor dan Kasi, tidak ada informasi masuk ke mereka. Ini murni ulah oknum,” ujar Ujo dengan nada tegas saat memberikan keterangan pers, Minggu (29/3/2026).

Skandal ini bermula dari laporan turis asal Singapura dan Myanmar yang mengaku diminta membayar hingga S$250 (sekitar Rp2,9 juta) agar bisa masuk ke Indonesia. Ujo menekankan bahwa tindakan semacam ini sangat kontraproduktif dengan upaya pemerintah daerah dalam menggenjot kunjungan wisman pasca-pandemi.

BACA JUGA:  Misteri 'Uang Mingguan' di Balik Duel Wanita di Pelabuhan Roro Penarik, Siapa yang Salah?

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Ujo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para wisatawan dan masyarakat Kepri atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.