Gudangberita.co.id, Batam – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Isu dugaan pemerasan terhadap wisatawan mancanegara (wisman) di Pelabuhan Internasional Batam Center yang viral di media Singapura, Mothership.sg, diakui telah mencoreng wajah pariwisata Kepri di mata internasional.
Ujo secara terbuka menyatakan rasa malu dan penyesalannya atas tindakan oknum yang diduga bermain sendiri demi keuntungan pribadi.
“Saya kecewa, malu. Kalau dari dugaan, ia single fighter (bermain sendiri). Ketika saya konfirmasi ke supervisor dan Kasi, tidak ada informasi masuk ke mereka. Ini murni ulah oknum,” ujar Ujo dengan nada tegas saat memberikan keterangan pers, Minggu (29/3/2026).
Skandal ini bermula dari laporan turis asal Singapura dan Myanmar yang mengaku diminta membayar hingga S$250 (sekitar Rp2,9 juta) agar bisa masuk ke Indonesia. Ujo menekankan bahwa tindakan semacam ini sangat kontraproduktif dengan upaya pemerintah daerah dalam menggenjot kunjungan wisman pasca-pandemi.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Ujo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para wisatawan dan masyarakat Kepri atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.







