Gudangberita.co.id, Batam – Krisis air bersih di wilayah Bengkong Kolam, Kota Batam, kian memprihatinkan. Sudah memasuki pekan kedua, ribuan warga di kawasan tersebut masih berjibaku dengan mati air total tanpa ada kepastian solusi dari pemerintah maupun pengelola.
Kondisi ini memaksa warga mengorbankan waktu istirahat mereka. Jam tidur yang seharusnya digunakan untuk memulihkan tenaga, kini berganti dengan aktivitas menunggu keran mengalir di waktu-waktu tak menentu, bahkan hingga dini hari.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam dua hari terakhir, air sempat mengalir namun dengan jadwal yang acak dan debit yang kecil. Kondisi ini membuat warga frustrasi karena air seringkali kembali mati saat bak penampungan belum terisi penuh.
“Jam setengah dua pagi saya bangun, keran masih kering. Kami dipaksa jadi ‘penjaga keran’ tiap malam hanya untuk bisa mandi atau sekadar menampung air buat masak,” keluh Juna, salah satu warga Bengkong Kolam dengan nada kecewa.
Ketiadaan air bersih ini berdampak luas, mulai dari terganggunya aktivitas ibadah, memasak, hingga mencuci. Bagi keluarga yang memiliki anak kecil dan lansia, beban ini semakin berat karena mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon demi kebutuhan harian.













