BatamLayanan PublikZona Headline

U-Turn Sei Panas Ditutup, Warga Bengkong “Menjerit” Harus Memutar Jauh: Malah Picu Bahaya Baru!

10
×

U-Turn Sei Panas Ditutup, Warga Bengkong “Menjerit” Harus Memutar Jauh: Malah Picu Bahaya Baru!

Share this article

Kebijakan penutupan U-turn di ujung Jalan Raya Sei Panas dekat Patung Kuda kini menjadi sorotan tajam setelah warga Bengkong mengeluhkan akses yang kian menyulitkan dan berbahaya. Alih-alih menekan kecelakaan, penutupan ini justru memicu aksi nekat pengendara yang melawan arus hingga menaiki median jalan demi menghindari putaran jauh di jalur protokol.

Warga pilih nekat panjat median jalan usai U Turn, Sei Panas ditutup.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Penutupan titik putar balik (U-turn) di ujung Jalan Raya Sei Panas, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) SD 001 dekat Patung Kuda, menuai protes keras dari masyarakat. Kebijakan ini dinilai warga justru menciptakan kerawanan baru dan meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Pantauan di lokasi, Selasa (28/4/2026), penutupan tersebut memicu gelombang pelanggaran. Banyak pengendara motor yang nekat menaikkan kendaraan ke median jalan hingga nekat melawan arus (bypass) di depan Taman Patung Kuda demi menghindari putaran jauh di Jalan Laksamana Bintan.

BACA JUGA:  Target 1,75 Juta Wisman: Kunjungan Turis ke Batam Melonjak 77% di Awal 2026

Nov, seorang warga Bengkong, menilai penutupan ini sangat tidak efektif bagi warga lokal yang hanya ingin beraktivitas jarak pendek. Ia mencontohkan warga yang sekadar ingin berbelanja ke supermarket di Jalan Rupat kini harus dipaksa keluar menuju jalan protokol tiga lajur yang didominasi kendaraan berkecepatan tinggi.

“Bayangkan, ibu-ibu yang biasanya hanya berkendara di area Bengkong, sekarang jalurnya ‘dibuang’ ke jalan besar Laksamana Bintan hanya untuk putar balik. Ini justru meningkatkan potensi kecelakaan karena banyak yang akhirnya memilih melanggar daripada memutar jauh,” keluh Nov.

BACA JUGA:  Ombudsman Kepri Cium Aroma 'Pembiaran' Tambang Pasir Ilegal di Batam: Jangan Hanya Ganti Pemain!

Senada dengan itu, Yanti, warga Bengkong Harapan, merasa kebijakan ini sangat menyulitkan. “Saya cuma mau ke depan ini saja, masa harus disuruh keluar ke jalan besar lagi? Sangat menyulitkan,” ucapnya.