BatamZona Headline

Dua Pekan Krisis Air di Bengkong Kolam: Warga Terpaksa Jadi ‘Penjaga Keran’ Hingga Dini Hari

51
×

Dua Pekan Krisis Air di Bengkong Kolam: Warga Terpaksa Jadi ‘Penjaga Keran’ Hingga Dini Hari

Share this article
Keran air. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Kekesalan warga Bengkong Kolam memuncak karena merasa wilayah mereka selalu menjadi “anak tiri” setiap kali terjadi gangguan distribusi air di Batam. Muncul kecurigaan bahwa krisis di Bengkong berkaitan dengan penanganan gangguan di wilayah lain seperti Tanjung Uma dan Batu Merah.

Warga menilai imbauan penghematan air dari pengelola saat ini sangat tidak relevan. “Bagaimana mau menghemat, airnya saja tidak ada,” cetus warga lainnya.

BACA JUGA:  Ironi Hinterland Batam: Kemiskinan Ekstrem Tinggi, Fasilitas Pelayanan Publik di Galang Masih Minim

Hingga saat ini, warga mengaku belum mendapatkan informasi jadwal distribusi atau bantuan air bersih (tangki) yang merata. Mereka mendesak PT Air Batam Hilir untuk memberikan penjelasan transparan mengenai penyebab gangguan yang sudah berlangsung 14 hari.

“Setidaknya mereka (ABH) memberikan solusi teknis yang jelas agar distribusi air kembali normal. Yang jelas kita ingin keadilan distribusi agar tidak ada satu wilayah yang terus-menerus menanggung dampak paling parah,” ucap warga.

BACA JUGA:  Lacak Lewat CCTV Tetangga, Pelaku Pencurian Sepeda di Tiban Indah Batam Berhasil Diringkus Polsek Sekupang

Krisis air ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan masalah kemanusiaan yang mulai melumpuhkan ekonomi warga. Ketergantungan pada air galon meningkatkan pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang sulit.