BatamHukumZona Headline

Pengacara Soroti Dugaan Kongkalikong di Bea Cukai Batam, Kasus Penangkapan 9 Truk Barang Ilegal Jadi Sorotan

180
×

Pengacara Soroti Dugaan Kongkalikong di Bea Cukai Batam, Kasus Penangkapan 9 Truk Barang Ilegal Jadi Sorotan

Share this article
Pengacara Eduard Kamaleng saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam –Kinerja Bea Cukai Batam kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan kejanggalan dalam penanganan kasus penangkapan 9 unit truk bermuatan barang ilegal di Pelabuhan Roro Telaga Punggur pada 17 Juni 2025.

Penindakan yang semula dianggap berhasil karena menyita 323 koli barang kiriman bekas serta 39 koli dan 109 karton rokok ilegal tanpa pita cukai, justru menuai tanda tanya besar. 

BACA JUGA:  RT/RW Batam Dilibatkan Tagih Pajak Motor, Ombudsman Kepri: Jangan Seperti Debt Collector!

Pasalnya, para sopir truk yang membawa barang tersebut tidak ditahan, sementara seorang pengusaha logistik bernama Edi Gunawan justru ditetapkan sebagai tersangka.

Kuasa hukum Edi Gunawan, Eduard Kamaleng, SH, menilai penetapan kliennya sebagai tersangka tidak berdasar. Menurutnya, Edi hanya pemilik perusahaan PT Frans Sukses Logistik, yang disewa pihak lain untuk jasa pengiriman.

BACA JUGA:  Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

“Klien saya hanya penyedia jasa logistik dengan kontrak resmi. Jika ada barang di luar perjanjian, itu tanggung jawab sopir, bukan perusahaan. Tapi anehnya, sopir-sopir dilepas, sementara klien saya yang dikorbankan,” tegas Eduard, Rabu (3/9/2025) di Batam Centre.

Eduard juga mengungkap adanya dugaan praktik tidak wajar dalam kasus ini. Ia menyebut salah satu sopir truk, berinisial Ombing alias Ompong, bahkan diberi uang agar melarikan diri.

BACA JUGA:  TNI AL dan Tim Gabungan Musnahkan 1,3 Ton Ketamin Senilai Rp2,1 Triliun di Batam