BatamZona Headline

Di Balik Premium: Fakta Ngeri Beras Vietnam yang Dicampur dan Dijual Mahal di Batam

167
×

Di Balik Premium: Fakta Ngeri Beras Vietnam yang Dicampur dan Dijual Mahal di Batam

Share this article
Beras premium. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id – Di balik label “beras premium” yang dijual di pasar-pasar Batam dengan harga Rp14.600–Rp14.800 per kilogram, tersembunyi praktik kotor yang mencederai kepercayaan konsumen dan menghancurkan ekosistem pangan nasional.

Investigasi terkini mengungkap bahwa beras impor murah dari Vietnam, Thailand, dan Myanmar diselundupkan ke Batam, dicampur ulang dengan beras lokal kualitas rendah, dikemas ulang menggunakan merek fiktif, lalu dijual sebagai beras premium.

Baca Juga:  Regulasi Baru FTZ Batam Disorot: Mahasiswa Bongkar Pasal Kritis PP 47/2025 di Forum Madilog UNRIKA

Praktik pengoplosan ini tidak hanya menipu rakyat, tapi juga menggambarkan skema mafia pangan yang terorganisir dan dilindungi.

Beras Murah Jadi Emas: Untung Ratusan Miliar, Rugi untuk Petani dan Negara

Harga beras di Thailand, berdasarkan laporan lapangan, hanya sekitar 10 bath atau Rp5.050 per kilogram. Setelah dihitung dengan ongkos distribusi dan “entertainment untuk pengamanan”, harga tiba di Batam diperkirakan sekitar Rp6.500–Rp7.500 per kilogram.

Baca Juga:  PLN Batam Sabet Dua Penghargaan ASRRAT 2025, Diakui Unggul dalam Pengelolaan Human Capital dan Laporan Keberlanjutan

Namun di tangan para pemain besar, beras ini dipoles ulang, diklaim sebagai “premium”, dan dijual dengan margin selangit. Setiap kilogram bisa menghasilkan keuntungan bersih yang mencekik logika ekonomi: total keuntungan diperkirakan mencapai Rp50–80 miliar per bulan!