Gudangberita.co.id, Batam – Selama ini, tolok ukur kemajuan di Kepulauan Riau (Kepri) selalu identik dengan deru mesin industri dan kemegahan infrastruktur Kota Batam. Namun, rilis data terbaru Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan perspektif baru.
Secara mengejutkan, Kota Tanjungpinang berhasil menduduki peringkat pertama sebagai daerah termaju di Kepri, melampaui Batam yang selama puluhan tahun memegang takhta tertinggi.
Berdasarkan penilaian BRIN, Tanjungpinang meraih skor IDSD sebesar 4,17, unggul di atas Batam yang mengantongi skor 4,04. Pertanyaan besar pun muncul: mengapa ibu kota provinsi yang lebih tenang ini bisa melampaui kota industri sebesar Batam?
IDSD tidak hanya menghitung angka ekspor-impor atau jumlah gedung menjulang. Instrumen ini menilai aspek yang lebih mendalam, seperti kemandirian daerah, kualitas pembangunan manusia, serta ekosistem inovasi.
Tanjungpinang, yang dikenal sebagai pusat budaya dan sejarah Kesultanan Riau-Lingga, dinilai berhasil mengintegrasikan nilai-nilai sejarah dengan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kompetitif.
Kemajuan Tanjungpinang di tahun 2025 menunjukkan bahwa kualitas pembangunan kini lebih menitikberatkan pada efektivitas pelayanan publik dan daya tarik investasi yang tidak hanya bergantung pada sektor manufaktur, tetapi juga sektor jasa dan ekonomi kreatif yang lebih mandiri.













