harris
NatunaZona Headline

Nelayan Natuna Diusir Kapal Trawl Asing di Laut Sendiri, Pemerintah Didesak Beri Jaminan Keamanan

498
×

Nelayan Natuna Diusir Kapal Trawl Asing di Laut Sendiri, Pemerintah Didesak Beri Jaminan Keamanan

Share this article
Kapal trawl asing diduga asal Vietnam sedang beroperasi ilegal di Perairan Laut Natuna Utara.
Kapal trawl asing diduga asal Vietnam sedang beroperasi ilegal di Perairan Laut Natuna Utara. (Foto: Dok. Nelayan Natuna).
banner 468x60

Gudangberita, Natuna — Eskalasi konflik di Perairan Natuna Utara kembali memanas. Sejak 25 Mei lalu, sejumlah nelayan tradisional Indonesia terpaksa angkat kaki dan meninggalkan area tangkap mereka. Alih-alih mendapatkan hasil laut, mereka justru diusir dari “rumah sendiri” oleh keberadaan kapal pukat harimau (trawl) yang diduga kuat merupakan Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam.

BACA JUGA:  Tiga Pekan Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Sekolah di Serasan Natuna Meliburkan Siswa dan 52 Warga Kena ISPA

Ketua Lembaga Pengelola Sumber Daya Pesisir (LPSDP) sekaligus Ketua Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Natuna, Cherman, menyampaikan tuntutan keras kepada pemerintah Indonesia. 

Ia mendesak adanya jaminan keamanan dan perlindungan nyata bagi para nelayan lokal. “Sejak tanggal 25 Mei kemarin, nelayan terpaksa meninggalkan area tangkap di perairan Kepulauan Natuna Utara. Mereka dipaksa lari oleh kapal trawl yang kami yakini itu kapal asing asal Vietnam, dan bisa jadi ilegal,” ujar Cherman, Minggu (31/5/2026).

BACA JUGA:  Foto Eksekutor Berlaras Panjang di Barelang Beredar, Senjata LSM Lang Laut Disita Polisi?

Sistem Pengawasan Laut Natuna Utara Dipertanyakan

Cherman menyoroti lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum Indonesia di wilayah perbatasan tersebut. Menurutnya, pembiaran ini membuat kapal-kapal asing semakin brutal dalam menjarah kekayaan laut Indonesia.

Hanya dalam satu lokasi, terpantau sedikitnya ada enam kapal asing yang beroperasi tanpa henti. “Kemarin sejak tanggal 25, para nelayan terpaksa harus pulang dengan kecewa karena di lokasi tersebut sedikitnya 6 kapal beroperasi siang dan malam,” tegasnya.

BACA JUGA:  Detik-Detik Pemadaman Api di Bunguran Batubi Natuna, Angin Kencang Jadi Musuh Utama