BatamHukumZona Headline

Serangan di Malam Kelam, Warga Rempang Menggugat! Siapa yang Bertanggung Jawab?

680
×

Serangan di Malam Kelam, Warga Rempang Menggugat! Siapa yang Bertanggung Jawab?

Share this article

Warga Korban Penyerangan Laporkan Dugaan Pengeroyokan oleh Tim PT MEG ke Polisi

Masyarakat Pulau Rempang yang menjadi korban penyerangan oleh puluhan orang yang terindikasi sebagai tim dari PT Makmur Elok Graha (MEG) membuat laporan ke Polresta Barelang pada Rabu (18/12/2024). (Foto: Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Insiden kekerasan yang melibatkan warga Pulau Rempang dan pihak yang diduga terkait dengan PT Makmur Elok Graha (MEG) kembali menyita perhatian publik.

Puluhan warga Kampung Sembulang Hulu dan Sungai Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, menjadi korban serangan brutal pada Selasa malam (17/12/2024). Insiden ini menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  "Aku Merasakan Ada yang Berubah," Curhat Pilu Sahabat Kenang Makan Siang Terakhir Bersama Vita Sebelum Tragedi Batu Ampar

Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang mendampingi dua warga yang melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polresta Barelang pada Rabu (18/12/2024).

Nofita Putri Manik, salah satu advokat yang terlibat, mengungkapkan laporan terkait tindak pidana tersebut telah diterima pihak kepolisian pada Rabu malam. “Kami berharap laporan ini segera ditindaklanjuti agar keadilan bisa ditegakkan,” ujar Nofita.

BACA JUGA:  Tuding Polisi Cacat Prosedur, Kuasa Hukum Tersangka Penipuan M 'Goyang' PN Natuna

Sopandi, anggota tim advokasi lainnya, menyebutkan dua korban mengalami luka serius akibat serangan yang terjadi di Kampung Sembulang Hulu dan Sungai Buluh. “Kami ingin keadilan ditegakkan. Proses hukum harus berjalan dengan transparan,” tambahnya.

Direktur LBH Mawar Saron Batam, Supriardoyo Simanjuntak, menegaskan komitmen tim advokasi untuk terus mendampingi warga selama proses hukum berlangsung. Insiden tersebut diketahui mengakibatkan setidaknya delapan orang terluka, termasuk satu anak di bawah umur.