Para korban mengalami berbagai cedera, mulai dari luka sobek di kepala, luka berat, hingga lebam di wajah akibat pengeroyokan oleh kelompok yang diduga berjumlah sepuluh orang.
Selain korban fisik, posko masyarakat dan belasan kendaraan bermotor milik warga juga dirusak dalam kejadian ini. Situasi di Pulau Rempang memanas, dengan desakan dari berbagai pihak agar pemerintah mengevaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City yang dinilai mengancam ruang hidup warga setempat.
Kronologi Insiden
Kapolresta Barelang, Kombes Pol H. Ompusunggu, memberikan keterangan terkait bentrokan yang berawal dari upaya seorang pekerja PT MEG mencopot spanduk penolakan PSN Rempang Eco-City.
Warga yang merasa hak mereka dilanggar bereaksi dengan mengamankan pekerja tersebut. Rekan-rekan pekerja kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Galang. Namun, upaya mediasi gagal, dan situasi berujung pada bentrokan fisik.
“Kami sudah menerima laporan dari kedua belah pihak, dan visum terhadap korban telah dilakukan. Penyelidikan mendalam sedang berlangsung untuk memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara adil dan transparan,” ujar Kapolresta Barelang. Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri agar situasi tidak semakin memanas.













