BatamKepriZona Headline

Polda Kepri Warning Pengusaha Besi Tua: Jangan Terima Material Hasil Pencurian Fasum!

49
×

Polda Kepri Warning Pengusaha Besi Tua: Jangan Terima Material Hasil Pencurian Fasum!

Share this article
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin saat memberikan peringatan terkait pencurian fasum kepada pengusaha besi tua Batam di Mapolresta Barelang.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam — Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengeluarkan peringatan keras (warning) kepada seluruh pelaku usaha penampung besi tua, rongsokan, dan limbah di Kota Batam.

Mereka diwanti-wanti agar memperketat pengawasan dan menolak keras segala bentuk material bangunan maupun komponen infrastruktur yang diindikasikan kuat berasal dari tindak pidana pencurian fasilitas umum (fasum).

BACA JUGA:  Bukan Sabu Siap Pakai, Indonesia Menjadi Target Industri Kitchen Lab Skala Raksasa

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dalam kegiatan Silaturahmi Bersama Pelaku Usaha Penampung Besi Tua dan Limbah yang digelar di Mapolresta Barelang, Senin (15/6/2026).

Langkah ini diambil merespons keresahan masyarakat serta tingginya kerugian negara akibat maraknya penjarahan aset strategis di kawasan industri dan investasi tersebut.

BACA JUGA:  Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

Dalam forum tatap muka yang dihadiri sekitar 60 pengusaha rongsokan se-Kota Batam tersebut, Irjen Pol. Asep Safrudin menekankan bahwa kepolisian tidak bermaksud menyudutkan atau memberi sentimen negatif terhadap sektor bisnis barang bekas.

Namun, ia menegaskan bahwa pengusaha rongsokan wajib menjadi benteng pertahanan pertama dalam memutus siklus ekonomi kejahatan (penadahan).

“Pertemuan ini bukan untuk memberikan stigma kepada para pelaku usaha. Justru kami ingin membangun komitmen bersama agar seluruh pihak dapat menjadi bagian dari solusi dalam memutus mata rantai kejahatan pencurian dan penadahan,” tegas Irjen Pol. Asep Safrudin.

BACA JUGA:  Akhir Tragis Pasien Ambeien RS Awal Bros Batam: Dewi Meninggal Dunia, Autopsi Dilakukan Usai Temuan Selang Ventilator Terputus