BatamHukumZona Headline

Mengintip Dugaan Penyelundupan Beras di Batam: Jejak Malam di Pelabuhan Sekupang

222
×

Mengintip Dugaan Penyelundupan Beras di Batam: Jejak Malam di Pelabuhan Sekupang

Share this article
Aktivitas bongkar muat di 'pelabuhan tikus' Sekupang. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Aktivitas mencurigakan terpantau di kawasan industri Sekupang, Batam, pada Jumat malam (19/9/2025) menjelang dini hari. Sekitar pukul 23.30 WIB, sebuah truk terlihat mengangkut karung-karung beras ke arah dermaga kecil yang kerap disebut sebagai pelabuhan tikus—jalur yang diduga kerap dipakai untuk aktivitas ilegal.

Menurut pantauan di lapangan, beras yang dikemas dalam karung 15 kilogram itu dipindahkan ke empat kapal kayu dengan bantuan sebuah crane. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kapal-kapal tersebut diduga membawa beras ke Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  Jangan Mau Dibohongi! Ini Cara Cek Harga Resmi Rumah Subsidi Agar Tak Jadi Korban Permainan Harga

Wali Kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam, Herry Sembiring, menilai aktivitas itu patut diwaspadai. “Batam sebenarnya tidak diizinkan menerima beras luar masuk secara bebas,” ujarnya, mengingatkan bahwa Batam memiliki ketentuan ketat soal impor beras.

Aktivitas bongkar muat di ‘pelabuhan tikus’ Sekupang. (Foto: ist)

Herry menambahkan, dari data yang diterimanya, beras yang berlebih di Batam kerap dikirim ke Tanjung Batu. “Ini menjadi sorotan kami di LIRA Batam. Kami akan mengumpulkan data lanjutan dan melakukan konfirmasi ke pihak terkait,” tegasnya.

BACA JUGA:  Imigrasi Karimun Berlakukan Izin Tinggal Darurat Rp0 bagi WNA Terdampak Konflik Timur Tengah

Lebih jauh, LIRA Batam mengecam keras praktik penyelundupan beras yang terjadi. Menurut Herry, tindakan tersebut bertentangan dengan Nawacita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pemberantasan penyelundupan. Ia mengungkapkan bahwa secara aturan, Batam tidak memiliki kuota impor beras.