Kadang-kadang, pikirnya, Allah tidak selalu mengajarkan sesuatu melalui peristiwa besar. Tidak selalu melalui ceramah panjang atau nasihat yang menggetarkan hati. Ada kalanya pelajaran datang melalui hal-hal kecil yang nyaris luput dari perhatian. Melalui seteguk air. Melalui sebotol zamzam. Melalui seseorang yang membutuhkan pertolongan sederhana.
“Entah apa arti dari pengalaman-pengalaman tersebut,” ujarnya.
“Apakah itu isyarat dari Allah SWT bahwa saya harus lebih banyak lagi berbagi sumber kehidupan? Entahlah. Wallahu A’lam bishawab.”
Kalimat itu tidak lahir sebagai kesimpulan, melainkan sebagai perenungan. Selama bertugas di Tanah Suci, Saibansah belajar bahwa tidak semua hal harus dijawab. Ada pengalaman yang memang dibiarkan tinggal di dalam hati, menjadi pengingat bahwa kebaikan terkadang hadir dalam bentuk yang sangat sederhana. Sesederhana memberikan air kepada orang yang sedang membutuhkan.
Ibadah yang Bernama Pelayanan
Musim haji akan berakhir. Pada 2 Juli 2026, Saibansah akan kembali ke Indonesia setelah hampir tiga bulan menjalankan tugas di Tanah Suci. Ia akan pulang dengan ribuan foto, ratusan catatan, dan puluhan cerita yang mungkin tidak akan pernah selesai diceritakan.








