Hot NewsKisah InspiratifNusantara

Kisah Petugas Haji Asal Batam: Saibansah dan Seteguk Air di Tanah Suci

33
×

Kisah Petugas Haji Asal Batam: Saibansah dan Seteguk Air di Tanah Suci

Share this article
Saibansah saat bertugas melayani jemaah haji di Mina, bersama dengan asykar Arab Saudi. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)
banner 468x60

Dalam operasional haji, seluruh petugas pada akhirnya adalah pelayan jemaah. Ketika ada jemaah yang kebingungan, mereka membantu. Ketika ada yang tersesat, mereka mengarahkan. Ketika ada yang membutuhkan informasi, mereka menjelaskan.

“Yang terpenting adalah memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” tegasnya.

Peran itu semakin terasa ketika fase puncak haji dimulai. Di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), hampir seluruh petugas dikerahkan untuk mendukung pelayanan jemaah. Aktivitas jurnalistik praktis berhenti. Yang tersisa hanyalah tugas kemanusiaan.

BACA JUGA:  Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Data AS Jadi Pemicu

Saibansah masih mengingat bagaimana dirinya dan Oho baru beberapa langkah keluar dari tenda di Mina selalu dihentikan oleh jemaah yang meminta petunjuk arah menuju Jamarat.

Lalu ada lagi yang menanyakan arah kembali ke hotel. Ada yang terpisah dari rombongan. Ada yang kebingungan mencari tenda. Ada yang hanya membutuhkan teman bicara karena panik.

BACA JUGA:  Viral Aniaya Caddy Golf di Tangerang karena Cemburu, Pria Berinisial FP Resmi Jadi Tersangka!

Dalam satu hari, langkah mereka bisa mencapai lebih dari 31 ribu langkah atau lebih dari 20 kilometer. Namun tak satu pun langkah itu terasa sia-sia. Karena setiap langkah membawa mereka kepada satu hal yang sama: membantu jemaah.

Pelajaran dari Sebotol Air Minum

Di antara begitu banyak pengalaman selama 77 hari bertugas, ada satu hal yang terus dikenang Saibansah hingga hari ini. Bukan rapat, bukan liputan, bukan pula dinamika operasional haji, melainkan sebotol air minum.