Gudangberita.co.id, Batam — Menanggapi aksi demonstrasi yang berujung pada pengrusakan fisik kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau (Kepri), Gubernur LIRA Kepri, Yusril Koto, angkat bicara.
Yusril menegaskan bahwa gelombang protes yang mengarah pada tindakan anarkis tersebut salah sasaran. Ia mengklarifikasi bahwa kritik yang dilontarkannya di media sosial murni merupakan bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara, tanpa sedikit pun menyinggung sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Yusril sangat menyayangkan sikap sekelompok orang yang langsung menggiring opini negatif ke media sosial hingga memicu aksi perusakan kantornya. Ia menegaskan, konten video TikTok (VT) miliknya tertanggal 5 Juni 2026 sama sekali tidak menyasar kelompok masyarakat tertentu.
“Saya gubernur DPW LSM LIRA Kepri, saya menyatakan tidak ada menyinggung spesifik masyarakat manapun. Apa yang saya sampaikan murni kritik sosial dan tidak menyinggung suku, ras, agama, maupun SARA,” tegas Yusril, Selasa (16/6/2026).
Ia justru mempertanyakan ruang kebebasan berpendapat di Batam jika kritik terhadap transparansi anggaran direspons dengan intimidasi fisik dan pengusiran.













