“Menjadi petugas haji bukan pekerjaan mudah. Harus bersaing dengan ribuan orang dari seluruh Indonesia dan harus melewati berbagai tahapan seleksi,” tutur ayah dua putra dan satu putri ini.
Berbekal pengalaman panjang di dunia jurnalistik, lulus sertifikasi kompetensi wartawan utama, sebagai asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta Ahli Pers Dewan Pers, Saibansah mengikuti seluruh proses seleksi yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah RI. Ia juga mendapat rekomendasi resmi yang ditandatangani Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dan mantan Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang.
Namun semua itu tidak membuat jalan menuju Tanah Suci menjadi lebih mudah. Ia tetap harus melewati seluruh tahapan seleksi yang sama seperti ribuan peserta lainnya. Mulai dari seleksi administrasi, tes CAT (Computer Assisted Test), wawancara di Asrama Haji Pondok Gede, hingga pendidikan dan pelatihan yang berlangsung selama hampir satu bulan.
Di Pondok Gede, para calon petugas tidak hanya belajar soal teknis pelayanan jemaah. Mereka juga ditempa melalui pelatihan semi militer yang melibatkan instruktur dari TNI dan Polri. Disiplin, kerja sama tim, komunikasi, hingga simulasi penanganan kondisi darurat menjadi bagian dari keseharian mereka.








