Ape KesahBatamZona Headline

Ketika Rieke Bilang Batal, Andre Bilang Lanjut: Rempang Jadi Korban Ngadi-ngadi?

4112
×

Ketika Rieke Bilang Batal, Andre Bilang Lanjut: Rempang Jadi Korban Ngadi-ngadi?

Share this article
Andre Rosiade dan Rieke Diah Pitaloka silang pendapat soal PSN Rempang. (Foto: ist)
banner 468x60

“Informasi itu tidak benar. Itu kekeliruan dalam membaca aturan secara keseluruhan. Rempang Eco City masih PSN!” kata Andre dalam pernyataan resminya, Selasa (29/4/2025). Ia bahkan menyebut Perpres 12/2025 adalah kelanjutan dari Perpres 18/2020, yang sebelumnya menetapkan Rempang sebagai PSN.

Tak hanya Andre, BP Batam juga ikut bersuara. Lewat Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, sebelumnya mereka memastikan proyek Rempang Eco City masih tercantum dalam lampiran IV Perpres tersebut. Bahkan disebutkan secara gamblang bahwa kawasan ini tetap jadi bagian dari arah pembangunan kewilayahan.

BACA JUGA:  Mencari Keadilan bagi Diana: Tim Forensik Polda Kepri Bedah Tabir Kematian di TPU Telek

Lantas, siapa yang ngadi-ngadi?

Pertanyaan ini berputar-putar di kepala warga Rempang yang kini kembali dibuat bingung. Di satu sisi, ada anggota DPR yang menyebut proyek ini sudah dibatalkan oleh Presiden. Di sisi lain, ada pejabat dan institusi yang bersikeras mengatakan: “Rempang tetap jalan!”

Padahal, yang dibutuhkan warga bukanlah debat tafsir perpres, tapi kepastian hukum dan keadilan sosial. Apa benar proyek yang selama ini membuat mereka terusir dari tanah sendiri, kini sudah tidak ada lagi? Atau justru masih akan terus dipaksakan dengan narasi pembangunan?

BACA JUGA:  Warga Sagulung Mengadu, Komisi III DPRD Batam Cecar Legalitas Proyek Cut and Fill

“Jangan kami dijadikan korban tarik-ulur kepentingan. Kalau batal, ya bilang batal secara resmi. Kalau lanjut, ya bicara baik-baik. Jangan lempar-lempar narasi kayak bola panas,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.