BatamKriminalZona Headline

Kejahatan Modus COD di Batam: Warga Dipukul, Ponsel Dirampas, dan Pelaku Ngaku Polisi

285
×

Kejahatan Modus COD di Batam: Warga Dipukul, Ponsel Dirampas, dan Pelaku Ngaku Polisi

Share this article
Polisi membekuk tiga pelaku lainnya, yaitu Rizky Putra (26), Kurniasih (32, istri Rizky), dan Satna Delviana (30) di sebuah kos-kosan di Tanjung Pantun, Jodoh. (Foto: Gudangberita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Aksi kriminal dengan modus cash on delivery (COD) kembali memakan korban di Batam. Kali ini, seorang warga bernama Febi Febriyani tak hanya kehilangan ponsel, tetapi juga mengalami kekerasan fisik dari komplotan pelaku yang berjumlah tujuh orang. Ironisnya, salah satu pelaku bahkan mengaku sebagai anggota polisi, membuat korban takut untuk melawan.

BACA JUGA:  Target 1,75 Juta Wisman: Kunjungan Turis ke Batam Melonjak 77% di Awal 2026

Kejadian ini bermula dari transaksi COD yang disepakati antara korban dan pelaku di Halte Kepri Mall, Rabu, 4 Juni 2025. Namun alih-alih menerima pembayaran, korban justru diminta masuk ke dalam mobil pelaku dengan dalih akan menuju ATM. Tanpa disadari, korban dibawa jauh ke daerah Punggur, dan di dalam mobil, enam pelaku lainnya langsung menyerang korban secara brutal serta merampas ponselnya.

BACA JUGA:  Efek Perang Iran-AS: Li Claudia Chandra Pimpin Rapat Darurat Amankan Pasokan BBM Batam

“Korban sempat takut melawan karena salah satu dari mereka mengaku sebagai anggota polisi,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin dalam konferensi pers, Selasa (10/6/2025) malam.

Korban kemudian diturunkan di kawasan Batamkota dalam kondisi trauma. Tak butuh waktu lama, Tim Jatanras Polresta Barelang melakukan penyelidikan cepat. Pada Selasa malam, polisi berhasil menangkap seorang pelaku bernama Syofandri di sekitar Hotel Utama. Ia diketahui sebagai penadah ponsel hasil rampasan.