harris
NatunaZona Headline

Ironi 17 Persen: Mengapa Ekonomi Natuna Meroket Tapi Rakyat Belum Sejahtera?

164
×

Ironi 17 Persen: Mengapa Ekonomi Natuna Meroket Tapi Rakyat Belum Sejahtera?

Share this article
Gubernur Kepri Ansar Ahmad
Gubernur Kepri Ansar Ahmad usai acara halalbihalal di Gedung Daerah Kabupaten Natuna, Jumat (3/4/2026) malam.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna yang meroket hingga di atas 17 persen memang menempatkan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di podium ketiga nasional. Namun, di balik angka fantastis tersebut, tersimpan ironi besar kesejahteraan rakyat di akar rumput belum berbanding lurus dengan statistik yang mengkilap.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara terbuka membongkar fakta bahwa pertumbuhan ekonomi yang menyerupai “lonjakan raksasa” itu masih sangat didominasi oleh sektor Minyak dan Gas (Migas). Masalahnya, kontribusi langsung sektor ini belum sepenuhnya menyentuh saku masyarakat kecil.

BACA JUGA:  Tiga Pekan Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Sekolah di Serasan Natuna Meliburkan Siswa dan 52 Warga Kena ISPA

“Pertumbuhan ekonomi Natuna di atas 17 persen ini patut kita banggakan. Tapi yang lebih penting adalah memastikan adanya dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Ansar usai acara halalbihalal di Gedung Daerah, Jumat (3/4/2026) malam.

Ansar memperingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi deretan angka mati di atas kertas. Ia menyoroti keterbatasan multiplier effect atau efek berganda dari sektor migas yang selama ini menjadi lokomotif utama ekonomi di wilayah beranda utara Indonesia tersebut.

BACA JUGA:  Protes Keras di Hang Nadim! Penumpang NAM Air Natuna Tuntut Hak Makan Malam dan Snack

Meski mencatatkan pertumbuhan luar biasa, daya beli masyarakat lokal di Natuna belum menunjukkan penguatan yang signifikan.