“Dan saya optimis PSN-PSN yang ada bisa diselesaikan karena bapak ibu semuanya juga sudah terlatih bahwa menyelesaikan masalah yang ada, juga ini tinggal meneruskan saja dari yang belum selesai,” ucap Jokowi.
Menurut Jokowi, hak-hak masyarakat harus segera terpenuhi dengan sangat baik. KArena selama ini masyarakat hanya enggan direlokasi karena jauh dari tempat mereka mencari nafkah selama ini sebagai nelayan.
“Bukan ganti rugi tapi ganti untung, karena memang harga diberikan memang yang terbaik, karena saya tekankan PSN ini tujuannya memberi manfaat untuk rakyat bukan justru membuat rakyat menderita,” ucapnya.
“Saya sampaikan urusan di Rempang, tadi malam tengah malam saya telpon Kapolri, ini hanya salah komunikasi di bawah, salah mengkomunikasikan saja. Mau diberi ganti rugi diberi lahan rumah tapi mungkin lokasinya belum tepat itu harus diselesaikan. Masa urusan gitu sampe presiden,” tegas Jokowi.
- Banyak Pihak Asing Tak Senang Batam Maju
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai setidaknya ada tiga poin yang menyebabkan masalah Rempang seperti saat ini. Pertama ialah kurangnya sosialisasi yang baik oleh otoritas Batam, seperti para pejabat daerahanya hingga BP Batam.
Kedua, akibat wilayah itu pernah diberi izin terhadap enam perusahaan. Namun, izin itu setelah diusut ditemukan ada kekeliruan prosedur, maka selanjutnya dicabut dan hingga kini belum ketahuan apa yang terjadi di baliknya.













