BatamZona Headline

7 Fakta Kisruh Pulau Rempang, Seret Nama Tomy Winata

791
×

7 Fakta Kisruh Pulau Rempang, Seret Nama Tomy Winata

Share this article
Pemasangan patok lahan di Pulau Rempang untuk pengembangan Rempang Eco City. (ist)
banner 468x60

“Ini kita akan jadikan kampung baru supaya mereka lebih leluasa hidup di sana. Kehidupan di sana nelayan khususnya, pertanian juga ada perkebunan ada juga tapi kita anggap yang besar nelayan,” ucap Rudi.

Karena mayoritas profesi masyarakat tiga kampung yang terdampak relokasi adalah nelayan, Rudi menekankan, BP Batam juga akan membangunkan pelabuhan khusus bagi mereka untuk bongkar muat barang dan menyimpan sampannya.

  1. Butuh Rp 1,6 Triliun Relokasi Warga
BACA JUGA:  Gerbong Mutasi Polres Karimun Bergulir: Wakapolres Hingga 3 Kapolsek Resmi Berganti!

BP Batam harus menyiapkan dana sekitar Rp 1,6 triliun untuk merelokasi 700 KK di tiga kampung yang terdampak pembangunan Rempang Eco City. Proyek seluas 2.000 hektare itu akan menjadi tempat pabrik produsen kaca China, Xinyi Glass Holdings Ltd.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, total nilai dana itu untuk membangun tempat relokasi masyarakat Rempang di kawasan Dapur 3 Sijantung. Di dalamnya akan disiapkan rumah type 45 senilai Rp 120 juta dengan luas tanah maksimal 500 m2 untuk 700 KK itu, berikut dengan berbagai fasilitas pendukungnya.

BACA JUGA:  Intip Potret 'Sweet' Amsakar - Li Claudia yang Bikin Ekonomi Batam Ikut Berbunga-bunga

Selain itu, akan dibangunkan juga rumah ibadah pengganti mereka, baik masjid maupun gereja. Seluruh akses jalan di lingkungan sendiri dan akses jalan ke Jalan Trans Barelang juga harus disiapkan, beserta pelabuhan untuk mereka bisa ke laut dan pelabuhan bongkar muat untuk kebutuhan kampung baru itu sendiri.