harris
AnambasKriminalZona Headline

Terkuak! Proyek Pengendali Banjir di Anambas Diduga Dikondisikan Sejak Awal, Duit Negara Rp2,7 Miliar Raib

195
×

Terkuak! Proyek Pengendali Banjir di Anambas Diduga Dikondisikan Sejak Awal, Duit Negara Rp2,7 Miliar Raib

Share this article
Polres Anambas mengekspos kasus korupsi proyek Sodetan Drainase Penghubung Sungai Sugi menuju Laut Siantan. (Foto: dok. Polres Anambas)
banner 468x60

Pencairan ini dilakukan tanpa adendum, dan PPK disebut mengetahui serta membiarkan penyimpangan tersebut.

Ironisnya, meski uang muka sudah ditarik, progres fisik proyek per 3 Desember 2024 hanya mencapai 1,096% dari target 67,786%, dengan deviasi fatal 66,69%.

Akibatnya, pekerjaan strategis yang seharusnya menjadi harapan masyarakat untuk mengurangi risiko banjir justru tidak berjalan sama sekali.

BACA JUGA:  Kapal Barang KM Laut Jaya 3 Terbakar di Perairan Anambas, 4 ABK Selamat Usai 1,5 Jam Mengapung

Janji Fee 2 Persen, Perusahaan Hanya “Nama Tempelan”

AZ, direktur CV Tapak Anak Bintan, mengaku hanya menjalankan peran administratif. Ia dijanjikan fee 2% dari proyek tersebut dan telah menerima sebagian yaitu Rp39,7 juta.

Perusahaan yang seharusnya mengerjakan sodetan drainase hanya menjadi “pajangan”, sementara pelaksana lapangan sebenarnya adalah pihak lain yang tidak terikat kontrak. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa proyek memang telah diskenariokan untuk kepentingan tertentu sejak awal.

BACA JUGA:  Foto Eksekutor Berlaras Panjang di Barelang Beredar, Senjata LSM Lang Laut Disita Polisi?

Untuk mengungkap kasus ini, polisi memburu para tersangka hingga ke luar daerah:

  • PY ditangkap di Bekasi Selatan – 23 November 2025
  • AZ ditangkap di Batu, Tanjungpinang – 25 November 2025
  • MA ditangkap di Batam – 26 November 2025

Dalam penyidikan, polisi menyita 81 dokumen, alat material konstruksi, laptop, dan uang tunai Rp248,25 juta sebagai barang bukti.

BACA JUGA:  Hasil Tangkapan Rusak Akibat Blackout, Nelayan Anambas Labrak Kantor PLN ULP

Wakapolres Kepulauan Anambas, Kompol Sholahudin menegaskan bahwa proyek sodetan drainase merupakan proyek vital yang ditunggu masyarakat untuk mengurangi risiko banjir, namun justru berubah menjadi sumber kerugian negara.