BatamTanjungpinangZona Headline

Dibalik Jatuhnya Takhta Batam: Benarkah Tanjungpinang Kini Lebih Ramah Investasi?

141
×

Dibalik Jatuhnya Takhta Batam: Benarkah Tanjungpinang Kini Lebih Ramah Investasi?

Share this article
Landmark di salah satu sudut Kota Tanjungpinang.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Tanjungpinang – Sebuah anomali besar terjadi dalam peta ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2025. Batam, yang selama puluhan tahun menyandang status sebagai “raksasa” industri dan magnet investasi utama, secara mengejutkan harus merelakan takhta daya saingnya direbut oleh Kota Tanjungpinang.

Berdasarkan rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, Kota Tanjungpinang resmi memuncaki peringkat pertama se-Provinsi Kepulauan Riau dengan skor 4,17. Angka ini tidak hanya mengungguli Batam, tetapi juga melesat di atas rata-rata nasional. Fenomena ini memicu pertanyaan besar: Apakah kini Tanjungpinang jauh lebih ramah investasi ketimbang Batam?

BACA JUGA:  Amsakar Achmad & Li Claudia Chandra Salurkan Sembako untuk Disabilitas dan Pasukan Oranye Batam

Keunggulan Tanjungpinang dalam menggeser posisi Batam didorong oleh fondasi ekonomi yang kini dianggap lebih adaptif dan stabil. Data IDSD menunjukkan bahwa Ibu Kota Kepri ini unggul telak pada pilar-pilar krusial yang menjadi pertimbangan utama investor, yaitu:

Adopsi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi): Transformasi digital birokrasi yang memangkas hambatan perizinan.

Dinamika Bisnis: Ekosistem usaha yang lebih lincah dan responsif terhadap perubahan global.

BACA JUGA:  Oknum Brimob Maluku Terancam PTDH Usai Aniaya Anak Hingga Tewas, Sidang Etik Digelar Hari Ini

Pasar Tenaga Kerja: Ketersediaan SDM yang memiliki keterampilan (skill) relevan dengan kebutuhan industri modern.