Gudangberita.co.id, Lingga – Selama ini kita mengenal pepatah “lidah tak bertulang” untuk menggambarkan ucapan manusia yang mudah berubah-ubah. Namun, kasus kematian tragis Fitri alias Diana (25) di Setajam, Dabo Singkep, memberikan pelajaran anatomi yang mengerikan sekaligus penting: secara medis, ada sebuah tulang vital di pangkal lidah yang menjadi penentu nasib sebuah kasus kriminal.
Hasil autopsi tim forensik Polda Kepri terhadap jasad Diana yang ditemukan terkubur tanpa busana mengungkap fakta mengejutkan. Korban dipastikan tewas akibat pembunuhan, dan bukti kuncinya ada pada patahnya tulang lidah.
Mengenal Os Hyoid: Sang Saksi Bisu
Banyak orang belum tahu bahwa di bagian leher manusia terdapat tulang bernama Os Hyoid (tulang lidah). Tulang berbentuk huruf ‘U’ ini terletak di pangkal lidah dan tidak menempel pada tulang lainnya.
Dalam dunia kedokteran forensik, tulang ini adalah “saksi bisu” yang paling jujur. Tulang lidah sangat terlindungi dan fleksibel, sehingga hampir tidak mungkin patah karena jatuh atau kecelakaan biasa. Jika tulang ini ditemukan patah dalam sebuah autopsi, maka 99% kemungkinan telah terjadi kekerasan manual di leher: Pencekikan.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala M Nababan, mengonfirmasi temuan medis ini sebagai bukti primer untuk menjerat pelaku.













