Gudangberita.co.id, Batam – Sebuah pesan WhatsApp singkat dikirimkan Nanang kepada adiknya, Zakaria alias Jaka, tepat saat senja mulai turun di Setajam, Selasa (28/4/2026).
Pesan itu bukan sekadar obrolan kakak-adik biasa, melainkan sebuah imbauan terakhir agar sang adik mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya.
“Jaka balek aja ke Dabo. Mending nyerahkan diri jangan bikin repot polisi. Menyerahkan diri lebih bagus. Jalani saja lah. Besok balik kakak kirim ongkos balik,” tulis Nanang dalam chat WA yang dikirimkan pukul 18.37 WIB.
Pesan itu dikirim hanya beberapa saat setelah Nanang menerima kabar mengejutkan: sesosok mayat wanita yang tak lain adalah Diana, istri keenam Jaka, ditemukan terkubur tanpa busana di belakang rumah adiknya sendiri.
Sebelum pelariannya terendus, Jaka diduga telah menyusun skenario rapi. Pada Senin pagi (27/4/2026), Jaka mendatangi rumah Nanang untuk menitipkan kunci motor, mobil, hingga kunci rumah dan garasi.
Kepada sang kakak, Jaka mengaku ingin pergi ke Subang, Jawa Barat, untuk menemui anak kandungnya dari istri ketiga. “Rindu sama anak, mau menenangkan diri,” ucap Jaka kala itu. Saat ditanya keberadaan Diana, Jaka menjawab dengan santai bahwa mereka sudah berpisah jalan secara baik-baik.













