Gudangberita.co.id, Batam – Situasi di Kampung Pantai Melayu, Pulau Rempang, Kota Batam, kembali memanas. Ketegangan pecah pada Selasa pagi (14/7/2026) setelah puluhan warga berbondong-bondong menghadang petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam dan aparat kepolisian berpakaian sipil yang hendak memasang plang klaim kepemilikan lahan.
Pemasangan plang di kawasan pemukiman tersebut diketahui merupakan bagian dari persiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto.
Adu mulut tidak terhindarkan ketika rombongan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Warga yang terkejut dengan kedatangan aparat langsung melayangkan protes keras.
Mereka mempertanyakan legalitas dan urgensi pemasangan plang yang berdiri tepat di atas tanah yang selama ini mereka kuasai.
Ketua RT Kampung Pantai Melayu, Kamsiah, menyatakan bahwa pihak aparat tetap menerobos masuk menggunakan kendaraan mereka meskipun warga telah meminta untuk menghentikan aktivitas tersebut.
“Kami sudah meminta petugas mencabut plang dan meminta aparat berpakaian sipil untuk tidak masuk ke kampung, tetapi pelarangan warga tidak diindahkan. Mereka tetap menerobos masuk,” ujar Kamsiah.













