harris
Batam

Sengketa Lahan Rempang: Warga Pantai Melayu Hadang Pemasangan Plang BP Batam

72
×

Sengketa Lahan Rempang: Warga Pantai Melayu Hadang Pemasangan Plang BP Batam

Share this article
Warga Kampung Pantai Melayu Rempang saat memprotes pemasangan plang klaim lahan oleh petugas.
banner 468x60

Menurut Kamsiah, keberatan masyarakat bukan didasari pada penolakan program pendidikan, melainkan lokasi penempatan plang yang dinilai keliru dan sepihak.

Warga menyebut titik koordinat pembangunan Sekolah Rakyat sebenarnya masih jauh dari lokasi plang yang dipasang hari ini.

“Plang sudah berada di tengah kampung warga, di atas lahan yang selama ini dikuasai masyarakat. Alasan untuk pembangunan sekolah rakyat ini tidak masuk akal bagi kami karena lokasinya berbeda,” tambahnya.

BACA JUGA:  Jalur Utama Batam Centre-Tiban Ditutup Total 15 Hari, Simak Pengalihan Arus Lalu Lintasnya

Peristiwa Selasa pagi ini menambah panjang daftar gesekan horizontal yang terjadi di Pulau Rempang dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan catatan warga, pasca-cekcok hari ini, sedikitnya sudah ada lima plang klaim BP Batam yang tertanam di atas lahan produktif masyarakat.

Kamsiah membeberkan, sebelum insiden ini, warga sempat memergoki dua orang tidak dikenal yang menyelinap ke area perbukitan kampung untuk memasang patok pembatas secara diam-diam.

BACA JUGA:  Blackout 15 Jam, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dikritik Absen Saat Krisis

“Sebelum ini sudah sering kejadian. Kemarin ada dua orang tak dikenal masuk kampung, menyelinap di atas bukit memasang patok di dalam lahan warga. Mereka sempat dikejar tetapi kabur menggunakan motor besar,” ungkap Kamsiah.

Kondisi ini memicu keresahan psikologis yang mendalam bagi warga lokal. Proyek strategis yang semula diharapkan membawa dampak positif, kini dinilai warga justru mengubah ruang hidup mereka menjadi penuh tekanan.

BACA JUGA:  Polsek Sagulung Tangkap 2 Bos Penganiaya Buruh di Batam usai Video Korban Viral, Dipicu Masalah Gaji