BatamLayanan PublikZona Headline

Hanya Andalkan Air Hujan, BP Batam Gandeng BRIN Antisipasi Ancaman Krisis Air Industri

24
×

Hanya Andalkan Air Hujan, BP Batam Gandeng BRIN Antisipasi Ancaman Krisis Air Industri

Share this article
Penandatanganan kerja sama BP Batam dan BRIN di Jakarta untuk atasi krisis air Batam.
Penandatanganan kerja sama BP Batam dan BRIN di Jakarta untuk atasi krisis air Batam.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta– Badan Pengusahaan (BP) Batam terpaksa memutar otak demi menjaga napas pertumbuhan investasi dan kebutuhan domestik. Tanpa memiliki sumber air alami seperti sungai dan hutan lindung yang luas, Batam kini membidik teknologi dan riset untuk mengamankan pasokan air yang kian kritis di tengah masifnya pertumbuhan industri.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Batam dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan riset, inovasi, serta pengkajian pembangunan Batam Science and Technology Park.

BACA JUGA:  Atasi Krisis Sampah Berserakan, Pansus DPRD Batam Dorong BP Batam Bantu Penyediaan Bin Kontainer

Fakta Kritis: Batam Bergantung 100% pada Hujan

Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengakui secara terbuka kerentanan geografis yang dihadapi kawasan bebas (Free Trade Zone) ini. Batam sama sekali tidak memiliki cadangan air tanah yang mumpuni maupun sungai alami.

“Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” ujar Sudirman.