Gudangberita.co.id, Batam – Aspal Batam mendadak terasa “puitis” pada Sabtu (14/3/2025). Di bawah langit Kepri, duet maut Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, tampak memamerkan kemesraan birokrasi dalam balutan konvoi Vespa klasik. Namun, di balik narasi romantis “Salam Satu Aspal”, ada bumbu tak sedap yang ikut mengiringi: deretan lubang jalan yang mengintai di sepanjang rute elit dari KDA menuju Nagoya.
Alih-alih menjadi perjalanan yang mulus tanpa hambatan, konvoi para petinggi ini justru menjadi ajang uji nyali suspensi skuter Italia mereka. Lubang-lubang jalan yang selama ini mungkin hanya mampir dalam laporan tertulis, kini hadir nyata di depan mata, memaksa para pejabat tinggi ini bermanuver di atas aspal yang katanya sudah menuju “Maju dan Madani.”
Momen riding bareng ratusan pencinta Vespa ini sejatinya dipoles sebagai simbol kekompakan dan sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) dan BP Batam. Namun, romantisme itu harus terinterupsi oleh realitas pahit. Di rute Jalan Sudirman, rombongan disuguhi pemandangan aspal yang tidak “sekinclong” bodi motor mereka.
Sadar akan adanya “cacat” dalam estetika pembangunan kota, Amsakar Achmad tak punya pilihan selain melempar instruksi instan. Di sela-sela tarikan gas, ia memerintahkan Deputi Bidang Infrastruktur untuk segera turun tangan.













