Publik pun bertanya-tanya: apakah perlu ada konvoi Vespa pejabat setiap minggu agar lubang-lubang lain di pelosok Batam bisa terlihat dan segera ditambal?
“Kami ingin memastikan kualitas dan konektivitas jalan tetap terjaga,” ujar Amsakar dengan nada diplomatis. Sebuah janji yang kini ditagih masyarakat, agar perbaikan tidak hanya terjadi di jalan-jalan yang dilewati konvoi “orang penting” saja.
Kemesraan Amsakar dan Li Claudia di atas pelana Vespa ini tak pelak memicu aroma spekulasi yang lebih pekat dibanding asap knalpot dua tak. Kehadiran tokoh-tokoh kuat seperti Kapolda Kepri hingga Dirut PLN Batam kian mempertegas bahwa ini bukan sekadar reuni kolektor motor tua. Ini adalah parade kekuatan yang dibalut dengan gaya hidup subkultur.
Li Claudia memuji antusiasme komunitas sebagai bentuk cinta kepada pemerintah. Namun, bagi warga yang setiap hari harus berjibaku dengan lubang jalan yang sama, romantisme ini akan terasa hambar jika hanya berakhir di galeri foto Instagram tanpa ada aksi nyata perbaikan infrastruktur yang menyeluruh.
Kegiatan bertajuk sinergi ini berakhir di Batam Centre dengan seruan persatuan. Namun, bagi masyarakat Batam, sinergi sejati bukan hanya terlihat saat pejabat duduk bersama di atas motor mahal, melainkan saat mereka mampu memastikan warga tidak lagi perlu “berjoget” di atas motor demi menghindari lubang jalan.













