Akibat adanya penolakan dan perlawanan itu, upaya represif pemerintah di Rempang akhirnya dikendurkan.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengakui saat itu jika pemerintah dan masyarakat kurang komunikasi terkait Proyek Strategis Nasional, Rempang Eco City.
Hingga kini, upaya relokasi Rempang tetap dilakukan dengan perlahan oleh pemerintah tanpa represifitas. Lebih ke pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Perlawanan warga Rempang inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal demo 11 September di depan Gedung BP Batam
Udin mengatakan Bang Long murni simpatisan dari kaum Melayu yang tergerak untuk maju sebagai orator pada aksi demo Rempang.
“Kami sebelum kerusuhan (demo 11 September) sudah pergi dari lokasi. Kami hanya melakuan long march. Habis itu melihat situasi yang kemungkinan chaos kami akhirnya balik,” kata Udin.
Hakim David Sitorus menanyakan perihal apakah ia melihat Bang Long berorasi. “Iya, saya melihatnya. Mohon maaf, cuma saya lupa apa yang dikatakan saat itu. Tapi kalau menurut saya yang diucapkannya biasa saja. Bukan hal yang memicu kerusuhan. Kami melihatnya hanya sekali berorasi,” kata Udin.
Udin sendiri mengatakan, ia termasuk orang yang biasa berorasi dalam demo. Menurutnya peran seorang koordinator demo sangat vital. Termasuk menentukan siapa yang akan berorasi.













