Gudangberita.co.id, Batam – Nama Bang Long mencuat usai dua kali demo penolakan relokasi Rempang oleh warga melayu setempat di depan Gedung BP Batam.
Ribuan warga menolak ‘dipaksa-paksa’ pindah saat itu, demi mega proyek Rempang Eco City.
Rempang bak tergadai pada investor china. Namun pemerintah berdalih hal itu demi kemaslahatan masyarakat Rempang agar lebih maju dan makmur.
Kendati sebenarnya tak ada masalah dengan ekonomi masyarakat di Pulau Rempang selama ini.
Menteri Bahlil akhirnya melunak dan perlahan bernegosiasi dengan warga melayu tempatan hingga kini. Perlahan tapi pasti, Rempang Eco City terus berlanjut.
Dua kali demo Rempang, agaknya menjadi benturan kuat antara ego pemerintah dengan harga diri warga masyarakat melayu.
Mereka sudah berada di sana sejak Republik Indonesia belum merdeka.
Kepala BKPM/Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia sendiri sudah mengaku salah, hingga benturan dengan masyarakat Rempang terjadi sebelumnya.

Diakuinya pemerintah terburu-buru dan buruk dalam berkomunikasi dengan masyarakat terkait PSN ini. Bahlil mengatakan ia mengakui kesalahan itu dengan jiwa besar.
“Temuan kita di lapangan, kami akui lah bahwa memang dalam proses komunikasi awal, terjadi miskomunikasi. Jujurlah kita, kita harus berani berjiwa besar untuk katakan bahwa itu ada kekeliruan,” kata Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (2/10/2023) beberpa waktu lalu.













