Gudangberita.co.id, Batam – Masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Provinsi Kepri pada Mei 2026 menembus 3,92 persen.
Angka ini tidak hanya melonjak dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 3,06 persen, tetapi juga resmi melampaui angka inflasi nasional yang tercatat di angka 3,08 persen. Dengan selisih hingga 0,84 persen poin dari nasional, Kepri kini menduduki peringkat keempat provinsi dengan inflasi tertinggi di seluruh wilayah Sumatra.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony P. Widijarto, mengungkapkan bahwa secara bulanan (month-to-month/mtm), kenaikan harga terjadi merata di seluruh wilayah pantauan. Kabupaten Karimun mencatatkan lonjakan harga tertinggi sebesar 0,63 persen, disusul Kota Tanjungpinang sebesar 0,59 persen, dan Kota Batam sebesar 0,33 persen.
Daftar Harga Kebutuhan yang Meroket di Kepri
Lantas, apa saja komoditas yang membuat biaya hidup di Kepri makin mencekik pada Mei 2026? Berdasarkan data Bank Indonesia, kelompok makanan, minuman, dan transportasi menjadi biang keladi utamanya:
- Sektor Bahan Pangan (Kelompok Makanan & Minuman)
Kelompok ini mengalami inflasi bulanan paling tinggi, yakni mencapai 1,27 persen dengan andil besar terhadap inflasi total. Komoditas hortikultura yang harganya melonjak tajam meliputi: Cabai Merah, Tomat, Sawi Hijau hingga Ketimun







