BatamLingkunganZona Headline

Laporan Perusakan Hutan Lindung di Batam Dilimpahkan Diam-Diam, Pelapor Kecewa Berat

142
×

Laporan Perusakan Hutan Lindung di Batam Dilimpahkan Diam-Diam, Pelapor Kecewa Berat

Share this article

Lamban Diselidiki, Kasus Dugaan Perusakan Hutan Lindung Batam Seret Nama PT Batamas Indah Permai

Pembukaan lahan di wilayah Kabil, Nongsa, oleh PT Batamas Indah Permai yang dijadikan lahan kavling untuk relokasi warga eks Tangki 1000. (Foto: ist)
banner 468x60

Di sisi lain, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam, Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa pihaknya aktif memantau dan menindak aktivitas ilegal di kawasan hutan, mulai dari kavling liar hingga penambangan pasir ilegal.

“Kami tak tinggal diam. Ada aktivitas mencurigakan langsung kami tegur, kirim surat, dan pasang papan peringatan,” ujar Lamhot.

BACA JUGA:  Viral Aniaya Caddy Golf di Tangerang karena Cemburu, Pria Berinisial FP Resmi Jadi Tersangka!

Lamhot juga menegaskan bahwa tindakan perusahaan yang terbukti merusak hutan lindung bisa dijerat UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 triliun.

Karena kecewa atas lambannya penanganan dan pelimpahan tanpa pemberitahuan ini, Eduard Kamaleng menyatakan akan membawa kasus ini ke Kapolda, Kapolri, bahkan Presiden.

BACA JUGA:  Dongkrak Ekonomi dan Wisata, Citilink Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Batam – Yogyakarta Setiap Hari

“Presiden sudah membentuk Satgas Penanganan Perusakan Hutan. Ini harus jadi perhatian nasional. Jika tidak ada kejelasan, kami akan bersurat ke istana,” pungkas Eduard.