NatunaZona Headline

Kasus Pembobolan Toko Emas di Natuna, Pelaku Mendadak ‘Amnesia’ Saat Rekonstruksi, Ada Hubungan Apa dengan Wanita Penadah?

1935
×

Kasus Pembobolan Toko Emas di Natuna, Pelaku Mendadak ‘Amnesia’ Saat Rekonstruksi, Ada Hubungan Apa dengan Wanita Penadah?

Share this article
Tersangka DN saat melakukan rekonstruksi kasus pencurian perhiasan curian toko emas di Pelabuhan Natuna didampingi petugas kepolisian.
Tersangka DN saat melakukan rekonstruksi kasus pencurian perhiasan curian toko emas di Pelabuhan Natuna didampingi petugas kepolisian.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Kasus pencurian besar yang menimpa Toko Mas Safari di Pasar Ranai milik Anggota DPRD Natuna, Ahmad Sapuari, kini memasuki babak baru yang penuh drama.

Meski tersangka berinisial DN telah diringkus, nasib sisa perhiasan curian toko emas senilai Rp4 miliar tersebut masih menjadi teka-teki akibat keterangan pelaku yang berbelit-belit.

BACA JUGA:  Terseret Lima Meter Menuju Ajal, Kisah Pilu Kecelakaan Maut Anak di Jembatan Kelanga

Ahmad Sapuari mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap DN. Pasalnya, pelaku bukanlah orang asing, melainkan kenalan dekat yang sering ia bantu.

Sapuari bahkan pernah memberikan suntikan modal untuk usaha toko kain dan sepatu milik pelaku di Pasar Ranai sebelumnya.

“Saya sering bantuin dia, kasih duit, pinjaman, dan lainnya. Ada sekali karena terlalu sering tidak saya kasih. Tidak tahu apakah dia kesal atau gimana,” ujar Sapuari saat mengingat kembali memori tersebut, Sabtu (11/4/2026).

BACA JUGA:  Ekosistem Pulau Tiga Hancur! Nelayan Rekam Detik-detik Kapal Ilegal Bom Ikan di Natuna

Aksi nekat DN dilakukan dengan cara mencongkel jendela toko pada dini hari, 2 Maret lalu. Dari rekaman CCTV, terlihat jelas bagaimana DN menggasak isi etalase.

Sapuari mengakui sekitar 40 persen koleksi toko yang berupa gelang dan kalung menjadi perhiasan curian toko emas yang dibawa kabur pelaku.

Total kerugian ditaksir mencapai Rp4 Miliar. Namun, saat rekonstruksi kasus di pelabuhan dan kapal Sabuk Nusantara, DN justru memberikan keterangan yang tidak sinkron dengan hasil BAP polisi.