BatamHukumZona Headline

Hutan Lindung Disulap Jadi Kavling? Kasus di Batam Ini Mengundang Tanda Tanya Besar

471
×

Hutan Lindung Disulap Jadi Kavling? Kasus di Batam Ini Mengundang Tanda Tanya Besar

Share this article

Tragedi Tangki 1000: Kavling ilegal, warga tersingkir, hingga proses hukum mandek.

Pengacara Eduard Kamaleng saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Kasus dugaan penebangan dan pengrusakan hutan lindung yang dilaporkan sejak sembilan bulan lalu oleh pengacara Eduard Kamaleng ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau, hingga kini diduga jalan di tempat.

Senin (16/6/2025), Eduard kembali mendatangi Mapolda Kepri guna meminta kejelasan dan mendesak percepatan penanganan perkara.

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

Dalam keterangannya kepada media, Eduard—akrab disapa Edo—menyampaikan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana lingkungan yang diduga dilakukan oleh pihak PT Batamas Indah Permai.

Perusahaan tersebut dituding telah membuka kawasan hutan lindung untuk dijadikan lahan kavling pemindahan warga eks Tangki 1000, Jalan Pramuka, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

BACA JUGA:  Maling Alat Fotografi Senilai Puluhan Juta di Ruko Harbour Bay Batam Ditangkap Polisi

Warga Tak Terima Ganti Rugi, 11 Orang Dipenjara

Menurut Edo, kliennya yang berjumlah 103 kepala keluarga mengalami kerugian besar akibat penggusuran paksa yang dilakukan Tim Terpadu pada 5 Juli 2023. Mirisnya, hingga kini tidak ada ganti rugi yang diberikan, dan 11 orang warga bahkan harus mendekam di penjara karena dianggap melakukan perlawanan saat rumah mereka dibongkar.

BACA JUGA:  Setelah HH Club P3, Giliran V Club dan P2 Newton Batam Dipasangi Garis Polisi

“Klien kami tidak menerima kavling yang sah karena lahan yang diberikan diduga berada di kawasan hutan lindung. Selain itu, tidak ada ganti rugi yang diberikan, bahkan ada yang sampai dipenjara,” tegas Edo.