Meskipun proyek jembatan telah dijadwalkan, Amsakar menekankan bahwa penyelesaian masalah pembangunan di Batam dilakukan secara bertahap. Dengan jumlah penduduk yang kini menembus 1,3 juta jiwa, beban infrastruktur kota semakin berat.
“Tidak mungkin dalam waktu singkat semua persoalan selesai. Namun, jika kita bergerak bersama, yang berat akan menjadi ringan,” tuturnya. Ia mengakui bahwa skala prioritas dan ketersediaan anggaran menjadi faktor penentu eksekusi proyek di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendengarkan langsung masukan teknis dari masyarakat guna penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) mendatang.













