Gudangberita.co.id, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberikan pernyataan realistis terkait dinamika pembangunan di Kota Batam. Ia mengakui bahwa dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,3 juta jiwa, pemerintah tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur dalam waktu singkat.
Hal tersebut ditegaskan Amsakar saat menanggapi berbagai keluhan dan aspirasi warga dalam kegiatan halalbihalal bersama tokoh masyarakat se-Kecamatan Bengkong di Ballroom Golden Prawn, Rabu (1/4/2026) malam.
“Tidak mungkin dalam waktu singkat semua persoalan selesai. Namun, jika kita bergerak bersama, yang berat akan menjadi ringan dan yang sulit akan menjadi lebih mudah,” ujar Amsakar secara lugas di hadapan perwakilan RT/RW dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK).
Salah satu isu krusial yang mencuat adalah kemacetan parah di kawasan Bengkong. Menanggapi desakan warga terkait pelebaran jembatan di Jalan Golden Prawn (dekat Kantor Camat Bengkong), Amsakar menyatakan proyek tersebut tidak bisa dieksekusi dalam waktu dekat.
Pemko Batam baru memproyeksikan pengerjaan pelebaran jembatan tersebut pada tahun 2027. Penundaan atau penjadwalan ulang ini dilakukan guna menyesuaikan dengan skala prioritas pembangunan dan ketersediaan anggaran daerah.













