Gudangberita.co.id, Batam – Menjadi salah satu kota paling “seksi” bagi pengadu nasib di Indonesia ternyata membawa tantangan ganda bagi Kota Batam. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, baru-baru ini men- spill bagaimana dapur kebijakan Pemko Batam bekerja menjaga ekonomi tetap “cuan” di tengah gempuran migrasi yang masif.
Dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Kemendagri, Rabu (1/4/2026), Amsakar membeberkan data yang cukup mengejutkan. Batam kini masuk jajaran lima besar daerah dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia, bersaing ketat dengan kota penyangga Jakarta seperti Bogor dan Bekasi.
“Sepanjang 2025, ada selisih 17.656 jiwa pendatang baru yang masuk ke Batam. Ini tantangan nyata untuk menjaga keseimbangan antara lapangan kerja dan jumlah pencari kerja,” ungkap Amsakar secara daring dari Kantor Wali Kota Batam.
Meski “diserbu” belasan ribu warga baru tiap tahunnya, rapor ekonomi Batam justru menunjukkan tren glow up. Bukannya ambruk karena beban penduduk, indikator makro Batam malah mencatatkan angka positif:
Ekonomi Tumbuh: Naik dari 6,69% (2024) menjadi 6,76% (2025).
Kemiskinan Turun: Dari 4,85% merosot ke angka 3,81%.
Pengangguran Terkendali: Meski tipis, angka pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 7,68% ke 7,57%.













