Gudangberita.co.id, Batam – Pemerintah Kota Batam bergerak cepat merespons lonjakan angka inflasi yang kini berada di atas target nasional. Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam 2026, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengungkapkan bahwa tingkat inflasi Batam saat ini bertengger di angka 3,99 persen.
Angka tersebut telah melampaui batas target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Menanggapi situasi ini, Amsakar menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian serius dan melakukan intervensi cepat.
Pertemuan strategis yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau pada Jumat (19/6/2026) ini juga dirangkaikan dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026.
Emas Perhiasan dan Makanan Jadi Garis Depan Penyumbang Inflasi
Berdasarkan data TPID, terdapat lima komoditas utama yang menjadi motor penggerak inflasi di Batam, antara lain emas perhiasan, tarif angkutan udara, beras, daging ayam ras, serta kelompok makanan jadi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Wijidarto, memaparkan fakta unik bahwa emas perhiasan konsisten menjadi penyumbang inflasi terbesar di Batam selama tiga tahun terakhir. Menariknya, selain emas dan tiket pesawat, makanan harian seperti nasi campur dan nasi goreng juga merangkak naik dan masuk dalam daftar lima besar pemicu inflasi.













