Gudangberita.co.id, Natuna – Di ujung Pulau Natuna, sebuah cerita menyeruak dari gedung RSUD yang seharusnya menjadi tempat perawatan dan penyembuhan. Namun, bagi pasien seperti Agung Hermawan, perjalanan menuju kesembuhan di rumah sakit ini menjadi pengalaman yang mencekam, bahkan menyerupai mimpi buruk.
Agung adalah seorang pasien yang rutin menjalani perawatan penyakit ginjal. Salah satu rintangan terbesarnya bukanlah penyakitnya, melainkan tangga akses menuju ruang rawat inap di RSUD Natuna. Tangga ini menjadi jalur yang tak terhindarkan bagi pasien, baik yang menggunakan kursi roda maupun tandu troli. Namun, kondisi tangga tersebut jauh dari layak.
“Bikin jantung berdebar harus melewati tangga menuju ruang rawat inap. Horor lah, kalau jatuh atau sempat lepas dari pegangan langsung terjun bebas ke bawah kita,” ungkap Agung, mengenang pengalaman-pengalaman menegangkan yang kerap ia alami.
Tangga Tanpa Pengaman: Sebuah Risiko Nyata
Panjang tangga ini memang tak sampai 61 meter, namun kondisinya sungguh memprihatinkan. Tidak ada dinding pengaman di sisi kanan dan kiri, pun tak ada atap yang melindungi dari hujan. Kondisi ini menjadi ancaman nyata, terutama bagi pasien dalam keadaan darurat yang harus segera dipindahkan ke ruang tindakan seperti IGD, ICU, atau HD di lantai atas.













