“Bagaimana kalau licin atau ada insiden? Tentu membahayakan pasien yang butuh kondisi darurat,” tambah Agung.
Harapan dari Selembar Surat Terbuka
Merasa tak berdaya melihat kondisi yang tak kunjung berubah, Agung pernah menuliskan surat terbuka di Facebook. Dalam tulisannya, ia mengungkapkan harapan besar kepada pemerintah daerah, terutama kepada Bupati Natuna yang baru terpilih.
“Bupati Terpilih, Bupati Natuna Baru. Saya sangat bermohon dan tak henti memohon. Hampir tiap tahun saya mohon. Tolong selesaikan jembatan horor ini. Karena 5 Bupati tak bisa siapkan. Kalau tak cukup APBD, kita buka donasi saja. Saya siap nyumbang semampu saya,” tulis Agung dengan nada penuh harap.
Surat itu adalah wujud kegelisahan masyarakat Natuna, terutama para pasien yang bergantung pada fasilitas rumah sakit tersebut. Dalam suratnya, Agung juga menyebut bahwa kursi roda dan tempat tidur pasien tidak dilengkapi rem cakram, sehingga risiko kecelakaan semakin besar jika tangga licin.
Proyek mangkrak
Bangunan tangga ini, yang tampak seperti proyek mangkrak, telah lama menjadi persoalan. Bagi masyarakat Natuna, fasilitas tersebut bukan hanya sekadar jalur penghubung, melainkan akses vital yang bisa menyelamatkan nyawa. Namun hingga kini, pembangunannya seperti terabaikan.













