BatamZona Headline

Tiga Fakta Diungkap Kapolresta Barelang soal Bentrokan di Rempang

746
×

Tiga Fakta Diungkap Kapolresta Barelang soal Bentrokan di Rempang

Share this article
Polisi mengevakuasi kontainer yang melintang di jalan. Pemuda di Kawasan Rempang memblokir area tersebut dengan kontainer hingga menumbangkan pohon. (Foto: GudangBerita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Total sebanyak 1.010 personel gabungan yang diturunkan untuk mengamankan Rempang, Kamis (7/9/2023).

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto mengatakan pihaknya mengawal tim yang akan mengukur pematokan lahan kawasan Rempang yang akan dikembangkan. Lokasi ini akan dijadikan kawasan ekonomi baru Rempang Eco City dan merupakan proyek strategis nasional.

Baca Juga:  Guru Tak Lagi Andalkan Papan Tulis, Era Kelas Digital Tiba di Natuna

“Pengembangan ini agar rempang lebih maju dari sekarang. Kegiatan lancar, aman dan tertib. anggota tak ada jadi korban. Masyarakat tidak ada luka. Saat ini kita mendirikan dua pos di Jembatan IV dan rest area,” ucapnya.

Delapan orang ditahan

Ia mengatakan jika sebanyak delapan orang ditahan karena mencoba melawan petugas. Nugroho menyebutkan mereka yang ditahan melakukan perlawanan yang membahayakan petugas.

Baca Juga:  Natuna Buka Lagi Pinjaman UMKM Tanpa Bunga, Kuota Masih Terbuka di Kedai BRK Syariah

“Kami amankan delapan orang sebagai tersangka melawan petugas. Mereka melempar batu dan bom molotov. Kami juga amankan barang bukti ketapel dan parang,” ucapnya.

Petugas buka blokir jalan oleh warga

Menurutnya petugas hari ini bekerja keras membuka blokir jalan. Nugroho menyebut sebanyak 10 pohon yang ditumbangkan dari Jembatan IV ke rest area.

Baca Juga:  “Belum Matang tapi Dikebut”: Pakar Bongkar Celah Berbahaya di KUHAP 2025

“Jadi kami buka blokir jalan. Ada 25 Kilometer ada 10 titik yang diblokir termasuk ada dua titik kontainer melintang jadi kami bersihkan. Sehingga masyarakat lain bisa laksanakan aktivitas dan menggunakan jalan dengan baik,” ucapnya.