Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. DJBC Kepri juga dikabarkan tengah menelusuri dugaan jaringan distribusi ilegal yang lebih besar yang melibatkan pihak-pihak lain, termasuk kemungkinan adanya praktik kartel dalam perdagangan beras di wilayah perbatasan.
Skandal ini membuka kembali sorotan publik terhadap lemahnya pengawasan distribusi pangan dari Batam ke luar daerah, serta dugaan praktik bisnis nakal yang melibatkan pemain-pemain besar di balik layar.












