Namun akhirnya melebihi ekspektasi dan memungkinkan Singapura memperluas pelabuhan peti kemasnya serta menjadikan negara itu sebagai transhipment terbesar di Asia.
Pembangunan tahap pertama menghabiskan sekitar Sin$2,42 miliar atau sekitar Rp24,2 triliun dengan 21 dermaga laut dalam, yang akan mampu menangani sekitar 20 juta TEUs kargo setiap tahun pada 2027.
Reklamasi Singapura
Singapura melakukan impor pasir laut untuk memperbesar ukuran pulau negara tersebut. Sebelumnya, Singapura telah paling banyak melakukan impor pasir laut dari negeri jiran yakni Malaysia dan Indonesia.
Saat ini, pemerintah Singapura dapat melanjutkan upaya untuk makin memperbesar ukuran pulau itu. Terlebih lagi setelah Indonesia mencabut larangan ekspor pasir laut ke Singapura yang diberlakukan pada tahun 2003.
Diketahui, Indonesia sempat memberlakukan larangan ekspor pasir laut ke Singapura pada tahun 2003 lalu. Indonesia menjadi salah satu pemasok pasir laut terbesar ke Singapura dengan laju 53 juta ton per tahun antara tahun 1997 dan 2003 ketika larangan tersebut diberlakukan.
Diberitakan artikel terbitan Defence Security Asia pada 13 Agustus 2023, Singapura menggunakan pasir laut yang diimpor dari Indonesia untuk lebih memperluas ukuran republik.













