Ape Kesah

Singapura Bertahap Bangun Pelabuhan Kontainer Terbesar di Dunia, Bagaimana Nasib Batam?

815
×

Singapura Bertahap Bangun Pelabuhan Kontainer Terbesar di Dunia, Bagaimana Nasib Batam?

Share this article
Rancangan Tuas Megaport Singapura. (Foto: CNA)
banner 468x60

Perlu diketahui Kapasitas Pelabuhan Batuampar saat ini sekitar 600 ribu TEUs kontainer. ‘Bisa Kena Mental’ bahasa kekinian jika kita banding-bandingkan dengan Singapura dengan 65 juta TEUs nantinya.

Memang, Rudi dalam setiap kesempatan mengaku optimis mampu mewujudkan cita-cita Batam menjadi kota transhipment atau pusat bongkar muat alih kapal. Namun belum diketahui strategi seperti apa menghadapi agresivitas transhipment Singapura sejauh ini.

BACA JUGA:  Angka Cantik di Tengah "Rapor Merah" Tata Ruang

Rudi mengakui, untuk membangun pelabuhan menjadi sempurna membutuhkan anggaran sangat besar. “Bertahap, kita mulai memperbaiki mana yang belum sempurna. Pelabuhan ini (Batu Ampar) harus bertaraf internasional,” ujarnya.

“Karena anggarannya besar, bagaimana kita mencari tambahan supaya pembangunannya bisa dipercepat dan saya yakin bisa. Potensi di perairan Batam sangat besar dan belum digali secara maksimal,” terangnya.

BACA JUGA:  Antara Kreativitas dan Relevansi: Catatan untuk Pawai Malam Takbiran di Batam

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembangunan pelabuhan baru di Batam merupakan salah satu upaya pemerintah menurunkan biaya logistik di Indonesia yang masih cukup tinggi.

Karena itu, belakangan muncul calon pelabuhan kontainer baru di Batam, yakni di kawasan Tanjung Pinggir.

“Saat ini biaya logistik masih sekitar 23%, sementara di negara lain sudah rata-rata 13%. Kami menargetkan biaya logistik turun sampai 17% pada tahun 2024, kalau bisa lebih cepat. Pelabuhan di Tanjung Pinggir ini akan dibuat menjadi green and smart port,” kata Menko Luhut.