Paket 1 sebanyak 1.364 desa/kelurahan yang meliputi Area 1 Sumatera (132), Area 2 Nusa Tenggara (456), dan Area 3 Kalimantan (776).
Paket 2 sebanyak 1.336 desa/kelurahan yang meliputi Area 4 Sulawesi (536) dan Area 5 Maluku (800)
Paket 3 sebanyak 1.795 desa/kelurahan yang meliputi Area 6 Papua Barat (824), Area 7 Papua Bagian Tengah Barat (971)
Paket 4 sebanyak 1.879 desa/kelurahan yang mencakup Area 8 Papua Bagian Tengah Utara (1.819)
Paket 5 sebanyak 1.590 desa/kelurahan yang mencakup Area 9 Papua Bagian Timur Selatan (1.590)
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi atau BAKTI Kominfo Anang Latif, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, pernah mengatakan pembangunan BTS sebagai langkah mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
Menurut dia, pemerataan pembangunan digital mengacu pada prinsip dasar ‘no one will be left behind’, dengan target seluruh pembangunan tahap 1 tuntas pada akhir tahun lalu. Sementara tahap 2 dijanjikan berjalan bertahap di 3.704 lokasi.
“Untuk pembangunan BTS 4G tahap 2 di 3.704 lokasi, akan dilakukan bertahap sesuai dengan ketersediaan fiskal, tahun 2022, anggaran yang ada akan dialokasikan untuk pembangunan BTS 4G di 2.300 lokasi,” tuturnya
Sumber pendanaan proyek BAKTI BTS 4G Kominfo menggunakan dana ABPN dengan sifat multiyears. Artinya, proyek tetap dilanjutkan meskipun ada indikasi korupsi yang menyeret pejabat selevel menteri.
Menurut Plt Menkominfo, Mahfud MD apabila BAKTI BTS 4G stip justru mengakibatkan kerugian yang lebih besar. Karena sifatnya multiyears, proyek ini diestimasi berjalan selama 14 tahun.













