Gudangberita.co.id, Batam – Kasus penganiayaan brutal terhadap RAL (9), bocah perempuan di Kavling Kamboja, Sagulung, Batam, kini menyisakan luka mendalam bagi ibu kandungnya, Nur Ayu Dewi.Â
Tangis perempuan ini pecah di perantauan saat melihat video dan pemberitaan media massa yang memperlihatkan kondisi darah dagingnya dalam keadaan babak belur akibat siksaan keji.
Nur Ayu Dewi saat ini diketahui sedang mengadu nasib sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Jarak yang membentang membuatnya hanya bisa meratapi nasib malang sang anak melalui layar kaca dengan dada sesak.
Di balik tragedi kemanusiaan ini, terungkap fakta pilu lainnya. Nur Ayu mengaku sudah bertahun-tahun lamanya menahan kerinduan karena tidak diberikan akses untuk menemui putri kandungnya tersebut. Komunikasi dan ikatan batin di antara mereka sengaja diputus oleh sang mantan suami.
“Saya dipisahkan dengan anak saya sejak tahun 2022 oleh mantan suami. Sudah selama 4 tahun (tidak bertemu),” ungkap Nur Ayu Dewi dengan suara bergetar menahan kesedihan yang mendalam.
Selama masa perpisahan itu, Nur Ayu sama sekali tidak menyangka bahwa putrinya yang dititipkan pada sang ayah kandung, RL, justru dijadikan samsak hidup dan disiksa secara sadis oleh ibu tirinya, VJ (38).







